Total Pageviews

Saturday, 27 December 2014

Assalamualaikum.

lamanya tak menulis.. ooo emm jii

faktor tidak menulis :

1.Leptop rosak masuk air milo dan sekarang guna leptop abgqel yang rosak hard disk.

2.Semester ni banyakkk gilaaa assingnment,presentation dan projek2.Macam org gila dibuatnya. *almost nak gila sebenarnya*

3.Pemalas. *sifat abadi dalam diri*

kenapa menulis sekarang :

1.Tengah study week.Hoyeahhh *susah gila nak fokus dengan waktu terluang depan leptop*

Gaya tulis pon dh macam assingnment.Nasib baik tak tulis footnote and bibliografi.





Ni nak cakap something.Kepada anda di luar sana yang amat menghargai gambar2 dalam phone dan leptop SILA backup gambar2 anda.

Kalau tidak nanti menyesal tak sudah 1000 tahun menangis sbb sayangkan gambar yang hilang tu.
Macam saya yang mempunyai beribu2 gambar dalam handphone sudah mengambil tindakan wajar dengan sign up google plus(photos).
Nanti dia backup semua gambar anda secara automatik okeyyy tapi sila privatekan supaya tiada orang dapat view kesemua gambar tersebut.

Selepas leptop kesayangan saya rosak akibat masuk air milo sedangkan banyak benda dalam tu tapi saya tak rasa sedih sangat sebab at least banyak gambar yang dah diback up.Kalau boleh gambar dalam leptop pun diback up.Tanya mr.google ye semua ^^,

bye,
tunggu study week after this pulak ;p

Monday, 1 September 2014

Assalamualaikum
salam syawal 2014

Saya ada buat preloved sale di laman instagram saya.Semua dijemput mengintai page berkenaan.
Salam sayang dari saya.xoxo

instagram:bypauzira
                 @rasyahbypauzira
Assalamualaikum



PANDANGAN ULAMA DAN CENDEKIAWAN ISLAM

Pandangan Kaum Salaf tentang huruf-huruf Muqaththa'ah [1]

Para peneliti terdahulu mencatat bahawa surah-surah yang dimulai dengan huruf-huruf muqaththa'ah berjumlah 29 surah, sementara jumlah huruf hijaiyah Arab ditambah dengan huruf "hamzah" juga berjumlah 29 huruf, dengan sudut pandangan bahwa Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab.

Mereka juga menemukan bahawa huruf-huruf tersebut, dengan tidak mengikut huruf-huruf ulangan, berjumlah 14 huruf. Jumlah tersebut (14) adalah setengah dari jumlah huruf hijaiyah Arab, tidak termasuk huruf ء. Jumlah ini tidak memasukkan huruf-huruf ulangan, yaitu huruf   ه،ر،ط،ع،ح،ك،س،ي،م،ل،ا،ص،ق،ن    
Pada huruf-huruf tersebut terdapat setengah dari huruf-huruf mahmusah (yang dibaca lemah); di dalamnya juga termasuk huruf-huruf pembuka surat:   ص، ه ،ح،ك،س   

Dalam huruf-huruf ini, maksudnya huruf-huruf muqaththa'ah  pada pembuka pembuka surat (fawatih al-suwar), terdapat setengah dari huruf-huruf majhurah (setiap huruf Arab yang selain huruf mahmusah), yang berjumlah kelapan belas, yaitu 9 huruf:    ر،ق،ف،ع،ن،م،ل،ي،ط،ا

Di dalamnya juga terdapat setengah dari huruf halq  :   ع ،ه،ح .Huruf halq berjumlah 6 :    غ،خ،ع،ه،ح،ا .Di dalamnya juga terdapat sebahagian dari huruf yang bukan halq yang berjumlah 22 huruf. Huruf-huruf yang bukan halq ialah:  ك،ق،ف،ض،ط،ض،ص،ش،س،ز،ر،ذ،د،ج،ت،ث،ل،م،ن،و،ي
Sebahagian lainnya adalah huruf-huruf : ا،ر،ط،ك،س،ي،م،ل،ص،ق،ن yang lembut (layyiuah). Di dalamnya juga terdapat sebahagian dari huruf-huruf syadulah yang berjumlah  8, yang boleh dikumpulkan dalam ungkapan: "ajadat kaquthubin". Sebahagian huruf-huruf tersebut ialah  ا  , sebagai ganti dari ط،ق،ك،ء     
Begitu juga di dalamnya terdapat sebahagian dari huruf-huruf yang tidak syadidah yang jumlahnya 22 huruf, yaitu semua huruf hijaivah Arab selain huruf-huruf syadidah. Di dalamnya juga terdapat setengah dari huruf-huruf muthbiqah yang berjumlah 4 huruf, yaitu  ض،ص،ط،ظ  .
Sebahagian huruf-huruf muthbiqah pada huruf-huruf pembuka surat tersebut adalah dua huruf, yaituص،ط  .Selanjutnya, di dalamnya terdapat huruf-huruf yang tidak muthbiqah yang
berjumlah 24 huruf, yaitu: ق،ف،غ،ع،ش،س،ز،ر،ذ،د،خ،ح،ج،ث،ت،ب،ا،ك،ل،م،ن،ه،و،ي
Sebahagian huruf-huruf pembuka (fawatih) yang tidak termasuk huruf-huruf muthbiqah ialah hurufي،ه،ن،م،ل،ك،ق،س،ع،ر  dengan kekecualian huruf  ا . Termasuk di dalamnya terdapat sebahagian dari huruf-huruf layyin (lemah) yang jumlahnya 2 huruf yaitu   ي ، و  .Sebahagian huruf layyin dari jawatih adalah huruf ي . Para ulama terdahulu juga telah melakukan penghitungan seperti diatas, dan sebahagian di antara huruf-huruf tersebut diletakkan atas dasar pengetahuan mereka

Al-Suyuthi mengisyaratkan: "Dengan begitu, pembukaan surah-surah dengan huruf-huruf muqaththo'ah  dan kekhasan masing-masing dengan huruf yang membukanya menyebabkan tidak mungkin "alif lam mim" dapat diletakkan di tempat "alif lam ra", juga tidak mungkin "ha mim" boleh diletakkan di tempat "tha sin mim".Begitulah, masing-masing surah dimulai dengan salah satu huruf daripadanya sehingga kebanyakan kata-kata dan huruf-hurufnya menjadi
penyerupa baginya.... Misal, surat Qaf dimulai dengan huruf kerana pada surah tersebut terjadi pengulangan ayat-ayat  yang melafazkan huruf seperti ketika menyebutkan kata "AI-Quran",
".Al-Khalq", pengulangan kata "Al-Qaul", mengenai "AIQurbu" (kedekatan)-Nya dari Ibnu Adam, "talaqqiy al-malakain", kata "qa'id", "raqib". "saiq", "ilqa" (dimasukkan) ke neraka jahanam,
"taqaddum" (keterdahuluan) dengan janji, "muttaqin", "qalb", "qurun", "tanqib" di suatu negeri, "tasyaqquq" (keterbelahan) bumi, "huquq" (hakhak) mengenai ancaman (wa'id), dan sebagainya ... Dalam surat Yunus yang dimulai dengan "alif lam ra" terdapat 200 kata atau lebih yang pada kata tersebut terdapat huruf "alif, lam dan ra."[2]

Penjelasan Al-Suyuthi di atas jelas membuktikan tentang adanya pemerhatian kaum Salaf terhadap fenomena i’jaz AI-Quran. Bukan saja  mengenai bayan (penjelasan), nudhum (struktur) dan ma ani (erti-erti kata), melainkan juga mengenai jumlah huruf dan kara-katanya. Pendapat-pendapat mereka mengenainya ditegaskan pula oleh para cendekiawan masa kini. Mengenai fenomena i’jaz 'adadi, secara spesifik, telah diteliti oleh Doktor Rasyad Khalifah,' Abdul Razak Naufal, dan Doktor Ali Hilmi Musa.


Pandangan Ulama Mutakhir tentang I'jaz AI-Quran


Penolakan terhadap teori 19 oleh Doktor Rasyad Khalifah[3]

Baru-baru ini Doktor Rasyad Khalifah menulis sebuah buku mengenai i’jaz adadi Al-Quran dengan kunci angka 19. Buku tersebut oleh Muhammad Shidqi Bek diberi catatan dan beliau menemukan beberapa kesalahan pada buku itu. Berikut  adalah beberapa catatan yang dilakukan berdasarkan perhitungan yang dilakukan.
Pertama, Doktor Rasyad Khalifah tidak menghitung huruf mudha'aj sebagai dua huruf; beliau menghitungnya satu huruf. Kedua, beliau hanya menghitung satu basmalah untuk seluruh Al-Quran; beliau tidak menghitung basmalah di dalam 112 surat yang lain. Ketika beliau tidak
menghitung 112 basmalah tersebut, maka berarti beliau mengecualikan ayat "Allah", "Al-Rahman", dan "AI-Rahim". Mengenainya, beberapa catatan penting diberikan oleh Muhammad Shidqi.
Antara respond keduanya pun, untuk menyempurnakan tulisan mengenai kajian Al-Quran tersebut dan penyingkapan mukjizatnya yang semakin hari semakin terungkap, sudah dilakukan.
Di antara kajian Rasyad Khalifah ialah bahwa beliau memasukkan basmalah pada setiap awal surat kepada kiraannya, tetapi  beliau tidak menghitungnya.Cara  dasar kajian  beliau menghitungnya tidak diketahui. Semestinya suatu cara kajian mengira hitungan harus ditolak bila ada keraguan, kecuali bila ada alasan rasional yang boleh memasukkan keraguan tersebut dalam kajian. Kerana jawapannya itu berkenaan dengan jumlah, yang merupakan persoalan matematik, sementara aturan umum (general rule), tidak boleh menerima sebarang keraguan. Dengan begitu, maka ketika itu masalah i’jaz menjadi tegas. Kritik lain yang boleh disampaikan
kepada Doktor Rasyad Khalifah adalah  bahawa hari kiamat akan terjadi pada tahun 1709 H. 'Tentunya juga termasuk persoalan-persoalan lain yang memerlukan perbahasan panjang yang perlu buku khusus untuk membahasnya.

Pandangan dan kajian tentang nombor dalam al-quran oleh cendekiawan islam.

Abdul Razaq Naufal juga menulis mengenai i’jaz 'adadi dalam buku yang berjudul AI- i’jaz Al-'Adadiy fi Al-Quran Al Karim. Dalam buku tersebut beliau menulis beberapa tema. Pada tema-tema tersebut, beliau menjelaskan kesamarataan dan kesesuaian yang terjadi di antara jumlah
ayat-ayat Al-Quran[4]. Berikut ini adalah di antara sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan mukjizat:Ayat "Iblis" (la'nat Allah 'ahih) dalam AI-Quran disebutkan sebanyak 11
kali, sementara "isti'adzah "juga disebutkan sebanyak 11 kali. Ayat "ma'shiyah" dan berlawanannya disebutkan sebanyak 75 kali, sementara ayat "syukr"  disebutkan sebanyak 75 kali.Ayat "al-dunya" disebutkan sebanyak 715 kali. Begitu juga ayat "alakhirah". Ayat 'al-israf" dengan berbagai persamaannya disebutkan sebanyak 23 kali. Begitu juga kata sebaliknya, yaitu ayat "al-sur ah" dengan berbagai maksud disebut sebanyak 23 kali. Ayat "malaikat" disebutkan
sebanyak 88 kali. Sementara ayat "al-syayathin" juga disebutkan sebanyak 88 kali. Ayat "alsulthan" dengan berbagai maksud disebutkan sebanyak 37 kali dan kata sebaliknya, yaitu kata 'al-nifaq" dengan berbagai maksudnya  juga disebutkan sebanyak 37 kali. Dan kata "al-harr" (panas) disebutkan 4 kali, sama dengan kata berlawanannya, yaitu kata "alharb" (dingin). Di dalam Al-Quran, kata "al- harb" (perang) disebutkan sebanyak 6 kali. Begitu juga kata "al-usra" (tawanan)  disebutkan sebanyak 6 kali. Kata "al-hayat" (hidup) dengan berbagai maksud  disebutkan sebanyak 145 kali, begitu juga kata "al-maut" (mati) disebut 145 kali.
Ayat "qalu" (mereka mengatakan) yang dinisbahkan kepada makhluk disebutkan sebanyak 332 kali, begitu juga ayat "qul" (katakanlah) yang  dinisbahkan kepada Al-Khaliq (Pencipta) disebut sebanyak 332 kali. Ayat "al-sayyiat" yang menjadi kebalikan kata "al-shalihat" masing-masing
disebut sebanyak 180 kali. Kata "al-rahbah" kebalikan kata "al-ragbah" masing-masing disebut sebanyak 8 kali, sementara kata 'alnaf'u" (manfaat) dan kata "al fasad" disebut sebanyak 50 kali; kata 'al-nas" dan 'a4 rusul" 368 kali; kata 'al-asbath" dan 'al-hawariyyun" 5 kali. Kata "aljahr" dengan berbagai maksud disebutkan sebanyak 16 kali, dan kata "al-'alaniyyah" dengan berbagai maksud juga disebut sebanyak 16 kali. Kata "al-jaza" dengan berbagai maksudnya disebut 117 kali, sementara ayat "al-maghfirah" disebut dua kali 'al-jaza'; yakni 234 kali. Ayat "aldlalalah" (kesesatan) dengan berbagai maksudnya disebut sebanyak  191 kali dan kata "al-ayat" disebutkan dua kali kata "al-dlalah", yakni 282 kali. Kata "yaum" (hari) dalam bentuk tunggal disebut sebanyak 365 kali,sebanyak jumlah hari pada satu tahun Syamsyiyyah. Kata "syahr" (bulan) disebut sebanyak 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun.
Begitu juga kata "yaum" (hari) dalam bentuk mutsanna (dua) dan jama' (plural) disebut sebanyak 30 kali sama dengan jumlah hari dalam satu bulan.[5]

Salah satu cendekiawan Muslim mutaakhir yang melakukan kajian mengenai masalah i’jaz adadi adalah Doktor Ali Hilmi Musa, seorang ahli fizik yang mendalami bidang kiraan kalkulator elektronik di Universiti Kuwait yang telah meneliti dan mengkaji berbagai persoalan penting mengenainya. Beliau  seorang peneliti dan pengkaji yang telah mengerahkan segala daya dan upayanya.Penelitian penting ini telah beliau lakukan secara mendalam. Antara lain yang beliau teliti adalah akar kata bahasa Arab dan jumlahnya.Penelitiannya dan kajiannya, dalam hal ini, yang menarik adalah yang dipublikasikan di dalam majalah Alam AI-Fikr, siri kedua belas, terbitan Kuwait, tahun 1982 dengan judul: Bantuan Alat-alat Hitung Elektronis
Dalam Mempelajari Kata-kata Al-Quran Al-Karim. Pada mulanya beliau mengisi  komputer dengan data-data yang ada di dalam Mu jam Al-Mufahras li Al-Fadh AlQuran Al-Karim
yang disusun oleh Muhammad Fu'ad Abdul Baqi. Pengisian data tersebut memerlukan  waktu selama satu tahun. Pada pertengahan tahun tersebut beliau sudah menyelesaikan sejumlah program yang dirancangkan, dengan tujuan untuk menghitung jumlah ayat-ayat  dalam Al-Quran dan jumlah ayat-ayat yang dimulai dengan setiap huruf dari huruf-huruf Arab;
menghitung jumlah ayat pada setiap surah, pertengahan ayat-ayat panjang pada setiap surah; menghitung akar-akar kata tsulatsi yang disebutkan satu kali; menghitung berapa jumlah akar kata "ilah" yang menjadi akar kata Jalalah, yaitu kata "Allah", pada setiap surah dalam Al-Quran. Beliau dapat menyimpulkan bahawa jumlah kata dalam Al-Quran adalah 51.900.
Kebanyakan kata dimulai dengan huruf ء , jumlahnya 8310. sekitar 16%,yaitu hampir 1/6 ayat-ayat  dalam Al-Quran. Selanjutnya ayat-ayat  yang dimulai dengan huruf ق , jumlahnya sebanyak 4086 kata, sekitar 8% dari huruf-huruf Al-Quran. Ayat-ayat  yang dimulai denganك  (3878), 7,5%.Ayat yang dimulai dengan hurufع  (3788), 7,3%; yang dimulai dengan hurufر
(3293), 6,3%; yang dimulai dengan hurufن  (2936), 5,7%; dan lebihannya adalah ayat-ayat yang dimulai dengan huruf-huruf sebagai berikut:ب،س،و،ح،ج،م،ش،ص،ف،ر،ع،ل،ي،ه،ت،ث،ذ،ط،ظ،ض،ؤ
Apabila jumlah ayat yang dimulai dengan enam huruf pertama dikumpulkan, yaitu huruf "hamzah", "qaf", "kaf", "ain", "ra", dan "nun" maka akan  dapati bahawa jumlahnya adalah 26.021 ayat, dan ini ertinya bahawa sebanyak lebih dari setengahayat-ayat  Al-Quran dimulai dengan huruf-huruf tersebut. Enam huruf yang pertama tersebut semuanya termasuk huruf-huruf nuraniyyah yang menjadi salah satu dari huruf-huruf muqaththa'ah yang 29 surat Al-Quran dimulai dengannya.Dalam AI-Quran juga terdapat banyak huruf tawaim dan tanasuq
seperti yang dijelaskan oleh Abdul Razaq Naufal dalam bukunya AI-Ijaz AIAdadi.
Hubungan di antara huruf-huruf tersebut, atau hubungan antara ayat-ayat tersebut dengan jumlah. Kemudian dalam AlQuran.[6]

Pandangan dari Almarhum Dr Fadhl Hassan Abbas menyatakan beliau tidak setuju mengatakan mukjizat angka dalam alquran itu sebagai mukjizat alquran.
Dr Fadhl menulis bahawa mukjizat-mukjizat Al-Quran adalah yang menyingkap apa yang tersurat daripada diri manusia, atau alam semesta, hingga memberikan manfaat kepada manusia dalam praktis amalannyA
Dr Muhammad Jamal  pernah berkata,
"Dari kita korek benda-benda yang kurang jelas dan amat tersirat untuk kita di dalam Al-Quran (memaksudkan I'jaz 'Adadi), sekadar untuk memuaskan akal kita dengan keajaiban-keajaiban yang tidak punya manfaat pada praktis hidup kita, mengapa tidak kita pergi kepada perkara-perkara yang sudah jelas dan tersurat cerah pada Al-Quran itu, dan berusaha mengambil manfaat daripadanya?





[1] Al-quran dan rahasia angka-angka,bab 2-I’jaz adadi ms 40,Dr Abu  Zahra’ An-Najdi,diterbitkan oleh Pustaka Hidayah,Bandung Indonesia
[2] Ibid
[3] Al-quran dan rahasia angka-angka,bab 2-I’jaz adadi ms 42,Dr Abu  Zahra’ An-Najdi,diterbitkan oleh Pustaka Hidayah,Bandung Indonesia

[4] Ibid
[5] Ibid
[6] Ibid

Tuesday, 6 May 2014

My beauty story Part 1

Assalamualaikum dan selamat sejahtera, beautiful peoples!

What’s happening to me right now? Well… currently I’m in my healing process. Maybe… 🤷‍♀️

Anyone wants to hear my story? Let’s begin… haha


The Acne Saga: Part 1

One day… okay, let’s be serious, peeps. As a girl, everyone dreams of having a flawless face, right? Well, me included. This year, 2014, I decided no more pills. I was scared of the aftereffects of all those antibiotics and creams—my mouth was always dry, and honestly, I just wanted a healthier life inside and out.

So, I started taking Shaklee supplements for a month—ESP, Vitamin C, and Alfalfa—with at least 2 liters of water daily. And now… the healing process has begun.

Here’s the catch: all the acne that was hiding under my skin is coming out. And let me tell you… this is the worst my face has ever looked. I seriously don’t want anyone to see me right now. 😭

But I’m staying patient because I know this is my body healing properly, tackling all the root problems. So, that’s it from me… wait for Beauty Story Part 2, everyone >.<


Flashback: Form 1–Form 5

When I was in Form 1, my face was totally flawless. No disasters, no problems—just smooth, happy skin. My mom got me a Clean & Clear facial foam, and I loved it!

But then, Form 2 happened… and I made the classic mistake: Fair & Lovely cream. Yep. I thought it would make my face brighter. Who wouldn’t want that? 🙄

Well… it backfired. Acne started popping up. A lot of acne. Other kids still had perfect skin, but me? Nope. Big pimples, scars, and constant foundation-covering. I even tried popping them with my hands and needles… don’t ever do that, guys. Seriously.

By Form 3, it was still bad. Then I moved to another school. My mom suggested I go to the pharmacy. They gave me antibiotics and some cream. Three months later… finally some improvement! No more huge pimples, and I could go foundation-free—but the scars were still there.

I continued the antibiotics until Form 5 / 17 years old. After SPM, I stopped because I developed allergies (and honestly, the pills were huge and stuck in my esophagus 😖).

And then… the great acne comeback. Big pimples everywhere, making me cry. Even strangers would ask me, “What happened to your face?” My mom then suggested I see a skin specialist.

The doctor prescribed another set of pills for 3 months—expensive ones this time. After 3 months, the results were similar to the antibiotics before. I continued taking them until last year.

Now, my acne is mostly manageable, with a few popping out during menstruation. Still a journey… but bearable.

     

Wednesday, 19 March 2014

ceramic braces VS metal braces

Assalamualaikum dan selamat sejahtera,

My Braces Story 🦷

Before I decided which braces to wear, I spent a lot of time searching online. But honestly? I couldn’t find much info, so here’s my personal review based on experience. This is for anyone curious about braces or unsure which type to choose.


Step 1: The Dental Visit

The day I went to the dentist, I thought I was going to get metal braces. But the doctor asked, “Why don’t you try ceramic?”

I asked what the difference was, and they told me:

  1. Less pain – lower risk of ulcers.

  2. Follow-up every 2 months – perfect for me because monthly visits are hard to manage.

  3. Less obvious – people barely notice you’re wearing them.

  4. Faster results – apparently faster than metal braces.

So… I chose ceramic transparent braces.


Step 2: Choosing Between Types

Ceramic braces come in two types:

  • Like metal braces

  • Transparent (slightly more expensive)

I went with transparent for my upper teeth and metal for my lower teeth because the full transparent set wasn’t in stock. No big deal—I was fine with mixing them.


Step 3: Wearing the Braces

The process wasn’t painful, but it did take time—around 45 minutes or more. At first, it hurt a little, but nothing too dramatic.

  • First week: I couldn’t eat much.

  • After 3 months: I could chew normally again.

Funny thing? I didn’t lose any weight 😅. I love my curves—it’s what keeps me warm!


Step 4: People’s Reactions

Honestly, ceramic transparent braces are so discreet.

  • My best friend didn’t notice for two weeks, even though I was eating in front of her.

  • Most classmates don’t even know I’m wearing them.

  • Outsiders? Totally clueless.


My Advice:

If you ask me which type to pick: go for ceramic transparent braces.

  • You barely feel them.

  • People barely notice them.

  • They’re comfortable and low-maintenance.

I’m really happy with my decision. Honestly, wearing braces doesn’t change my life at all—except for the small initial adjustment.